5 Cara Membangun Kepercayaan Dalam Bisnis

Seperti kata Saya di Artikel sebelumnya, bahwa kesalahan dalam penjualan itu ada 3. Dan salah satunya adalah “Terlalu cepat jualan, sebelum adanya Kepercayaan“.

No Trust, No Sales. Tanpa kepercayaan, tidak akan ada penjualan.

Tanpa kepercayaan, Mau sebanyak apapun database Anda, Semenarik apapun penawaran Anda, Sebesar apapun diskon Anda, Sehebat apapun teknik jualan Anda itu semua PERCUMA. Ya, percuma.

Sebelum transaksi, calon pembeli lebih dulu HARUS menaruh Trust kepada penjualnya. Jadi tugas Anda pertama-tama bukan mengutak-ngatik strategi penjualan, tapi membangun Trust. Paham?

Nah, Setelah membaca kalimat2 diatas, mungkin terlintas di pikiran Anda, “Jadi bagaimana ya caranya membangun Trust?”

5 Tips Membangun Trust ke Calon Customer


Jika itu yang Anda bingungkan, Anda beruntung. Karena Saya akan memberikan 5 tips yang terbukti menghasilkan dan telah Saya gunakan untuk membangun Trust ke calon pembeli. Yuk disimak

1. Manfaat Yang Konsisten


Pernah gak jualan tapi dicuekin isi kontaknya ? Suka atau tidak suka, Orang tidak akan peduli dengan Anda, sampai Anda bermanfaat untuk mereka.

Ya, jika selama ini Anda hanya jualan TANPA pernah memberikan sesuatu yg bermanfaat kepada prospek Anda jangan heran jika saat promosi Anda dicueki. Karena itu, sebelum jualan berikanlah sesuatu dulu. Give2 dulu.

Sharing sesuatu yg bermanfaat. Berikan sample gratis, jawab semua pertanyaan calon pembeli Anda. Intinya BERIKAN apapun yang bermanfaat untuk mereka. Dan berikan itu secara KONSISTEN, terus menerus.

Ada hukum timbal balik. Semakin SERING Anda memberi dan semakin besar manfaat Anda, maka semakin besar Trust yang akan Anda terima.

Tapi tips pertama ini belum cukup, oleh karenanya ada 4 tips lagi untuk dapetin Trust. Mau tau ? Terus baca Artikel ini sampai habis. Sekarang kita masuk tips kedua.

2. Interaksi


Calon pembeli adalah calon teman Anda. Bagaimana kita memperlakukan orang lain, seperti itulah kita akan diperlakukan.

Banyak penjual memandang pembeli hanya sebagai “Kantong Uang”. Jika sudah seperti itu, ya pantas dagangannya gak laku laku. Ubah sudut pandangnya.

Perlakukan pembeli seperti kita memperlakukan teman kita. Kuncinya adalah INTERAKSI. Memberi sesuatu yang bermanfaat, tidak akan terlalu berguna jika tidak dibarengi dengan interaksi.

Berinteraksilah dengan calon pembeli. Sapa mereka, hubungi mereka, puji mereka, ngbrol dengan mereka, dan sejenisnya. Semakin sering interaksi, semakin dekat dengan transaksi.

Prinsipnya, kenalan dulu, berteman, baru jualan. Kalau closing Anda dapat uang, gak closing Anda dapat kenalan. Siapa tahu kenalan Anda malah mereferensikan produk Anda ke teman teman nya. Lanjut ke Tips 3.

3. PACING


Pacing artinya Menyamakan. Maksudnya adalah segala tindakan yang tujuannya adalah membuat orang lain nyaman dengan Anda, kemudian percaya.

Menurut Kerry L. Johnson di dalam bukunya “Sales Magic”, 83% transaksi bisnis terjadi karena pembeli “MENYUKAI” penjualnya. Misalnya Anda adalah orang asli Kota Serang, suatu ketika beli Nasi Goreng di Kota Jakarta, dan Penjual Nasi Goreng itu bilang “Bapak tinggal di Serang ya ? Dulu saya juga tinggal disana 1 Tahun yang Lalu“.

Lalu, apa yang Anda rasakan ketika itu ? tentu akan terjalin komunikasi yang intens karena Pembeli baru mengetahui bahwa Penjual Nasi Goreng ini pernah tinggal disana, sehingga bisa ngobrol lebih lama dan nyaman dalam proses transaksi Bisnis.

Ini bisa Anda terapkan dengan berbagai cara, misal nya:

  • Jika Calon Pembeli nya duduk, maka kita juga harus duduk. Kalau orang nya bersandar, kita juga ikutan bersandar. Ini namanya Fisiologis
  • Tinggi rendah suara antara kita dan calon pembeli disamakan, mengiyakan apa yang dia katakan. Itu namanya Intonasi.
  • Sesuaikan bahasa kita dengan calon pembeli. Misal jika calon pembeli kita bisa berbicara bahasa jawa serang, maka kita pun juga ucapkan bahasa yang sama, jika tidak bisa, gunakan bahasa Indonesia yang sopan sudah cukup.

4. Bukti


Ya, berikan bukti bukan janji (hehe, kayak pemilu aja).

Orang akan menaruh kepercayaan jika produk yg Anda jual memiliki testimoni. Tunjukan screenshot testimoni. Kalau gak punya, gunakan bukti yang lain.

Misal spesifik pengguna produk Anda. Contoh : Produk ini telah digunakan 2.371 orang. Harus spesifik, sebut jumlah detailnya. Semakin detail, semakin orang percaya.

Jangan sebut ratusan, ribuan, itu jumlahnya ambigu gak jelas, hehe. Semakin banyak penggunanya, semakin meningkatkan Trust.

Kalau penggunanya sedikit, pakai bukti yang lain. Tunjukkan detail produknya, berikan gambar produk dengan detail.

Kalau produknya bukan fisik tapi produk digital, berikan reviewnya. Contoh nya Review Layanan Marketplace Mas Chan Digital menggunakan fitur yang sederhana untuk memudahkan penjual mempromosikan produk bisnis nya.

Kalau produknya Pre Order berikan Garansi, apa yg Anda bisa berikan. Intinya untuk membuat Calon pembeli Trust. Ok, kita sampai Tips terakhir.

5. Personal Power


Biasanya orang orang menyebut nya dengan Authority. Orang akan langsung melakukan transaksi dengan orang yang dianggap AHLI atau dianggap memiliki wibawa atau kuasa. Itulah kenapa, jika suatu produk dipromosikan oleh Pejabat, Artis, Social Seleb, itu akan laku. Ini karena calon pembeli sudah menaruh Trust dengan mereka.

Nah, dibawah itu agar orang Trust, Anda harus terlihat Ahli. Contohnya : Jika produk yang Anda jual adalah produk kesehatan, maka minimal Anda harus tahu tips kesehatan, dan membagikannya. Anda harus melek dengan produk yang Anda jual.

Harus seberapa Ahli-kah Anda ? Sangat Ahli itu bagus, tapi kalau memang gak bisa ya gausah dipaksa, yang penting Anda jangan terlihat “gak tahu”. Pelajari detail produknya, dan bicaralah hanya sesuatu yang Anda tahu 🙂

Oke, sampai sini ada pertanyaan ? Jika ada Saya sangat senang untuk menjawabnya.

Semoga 5 tips untuk mendapatkan Trust ini berguna untuk bisnis Anda.

5 Tips itu adalah manfaat yg konsisten, Interaksi, Pacing, Bukti dan Personal Power.