Jualan Itu Komunikasi

Dulu ketika saya aktif di Facebook, Saya mengamati banyak yang memanfaatkan Facebook untuk kepentingan bisnisnya. Kalau diperhatikan, ada yang paham caranya jualan, ada yang gagal paham.

Begini, saya bukan ahli jualan, serius bukan. Saya masih belajar, masih banyak yang tidak Saya pahami. Jikalau saya berbagi, itu karena kata guru Saya “Ilmu itu diamalkan“.

Menurut saya, Mengamalkan ilmu dengan praktik, dan dibagikan. Untuk berbagi, tidak perlu menunggu untuk menjadi hebat atau ahli. Sepertinya misalnya, Ustadz belum masuk surga, tapi beliau dakwah tentang cara masuk surga. Intinya saling mengingatkan.

Berhubung setelah praktik alhamdulillah menghasilkan, nah yang menghasilkan itu yang Saya bagikan.

Bagaimana Cara agar dapat Transferan dari Bisnis kita ?


Berbicara tentang jualan, tentu saja tujuan terakhirnya agar kita bisa mendapatkan transferan dari Bisnis. Mari kita bahas beberapa poin berikut ini.

Kuasai cara Berkomunikasi kepada calon pembeli dengan Benar


Semakin bagus cara komunikasi dengan calon prospek, In Syaa Allah semakin besar omzetnya. Lalu, Komunikasi yang bagus itu bagaimana? Simpel, singkirkan saja EGO

Kita mungkin ingin jualan setiap hari, tapi suka kah prospek kita dengan itu? Berpikirlah !

Kita mungkin ingin prospek segera transfer uangnya, tapi pernahkah kita tanya kondisi mereka?
Bisa jadi mereka belum transfer karena ada keperluan yang harus didahulukan.

Saat komunikasi, singkirin ego, gunakan bahasa prospek. Contoh nya, Mereka wanita, Anda jualan hijab. Jangan dipanggil sist, tapi coba panggil “dear”. Kalau Jualan produk Anak, target pasar ibunya, panggil “Bunda”.

Di manapun Anda jualan, intinya komunikasinya harus baik.

Tanpa komunikasi, hampir tidak mungkin terjadi penjualan. Masa iya hubungan sama pembeli lewat telepati, hehe:D

Tentang komunikasi, sadarkah Anda bahwa tidak ada orang yang peduli dengan iklan? Jika ada yang jualan, kerjaannya ngiklan terus, yang terjadi ya itu. Makin sering promosi, makin tidak ada yang peduli.

Tapi perhatikan ya, Saya nulis kalimat diatas bukan saya anti iklan, oh tidak, saya malah suka promosi, hehe.
Hanya saja prinsipnya diubah, ya diubah.

Prinsip Beriklan yang Benar dalam Jualan


Pada Prinsip nya, Tidak ada orang yang peduli iklan, orang hanya peduli sesuatu yang menarik untuk mereka. Jadi jangan fokus ke iklan, tetapi fokuslah membuat sesuatu yang menarik. Menarik untuk disimak target pasar kita.

Nah, gimana caranya ? Simpel, caranya adalah sederhanakan kalimat

Banyak penjual promosi pakai kalimat yang rumit. Masalahnya, kira-kira paham tidak calon pembelinya? Kalau prospek tidak paham kalimatnya, gimana mereka mau beli? Hehe

Jika memang produknya rumit. Ada satu cara menyederhanakan kalimat. Anda bisa menggunakan Teknik yang bernama METAFORA ( Perumpamaan ).

Dikutip dari Wikipedia, Metafora adalah pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau perbandingan. Metafora adalah majas yang mengungkapkan sesuatu secara langsung berupa perbandingan analogis dengan menghilangkan kata seperti layaknya, bagaikan, dan lain-lain.

Contoh nya, saya sedang mempromosikan Kursus Online yang tersedia di Marketplace Mas Chan Digital. Dimana mereka akan belajar banyak hal. Seperti cara jualan di Facebook, Instagram, Whats App, Tiktok dll..
Tidak hanya itu, mereka yang ikut program ini akan dapat keuntungan lain seperti kumpulan Video, kumpulan Modul, dan Grup khusus. Diluar itu, juga bisa tanya jawab sepuasnya.

Kalau Saya jelasin seperti diatas, mungkin ada yang paham, ada yang tidak paham. Maka agar bisa dipahami semua orang, kalimat promosinya jadi seperti ini:

“Bayangkan enaknya dibimbing Jualan Online dari Awal Banget ? Ketika seseorang mendaftar dalam program ini, maka itulah yang akan mereka dapatkan. Mendaftar program ini, seperti mendapatkan JALAN PINTAS untuk menghasilkan uang lebih banyak dan lebih cepat”

Kalimatnya sederhana, menarik, dan ada perumpamaannya, benar?

Silakan dipraktekkan dalam bisnis Anda ya dengan Taktik Promosi Bisnis seperti penjelasan diatas. Semoga dengan ilmu ini, In Syaa Allah penjualan bisnis Anda membaik. Aamiin.

Barakallahu Fiikum.