Cara Agar Calon Pembeli Merespon Promosi Anda.

Saya sering memperhatikan banyak penjual yang setiap hari kerjanya hanya promosi, promosi dan promosi. Misal promosi di Facebook, posting bisa seperti shalat, 5 kali dalam sehari. Hehe.

Kalau promosi di IG, sepanjang hari postingannya tentang jualan.

Hari ini begitu, besok juga, eh besoknya juga. Semoga itu bukan Anda ya. Karena cara jualan nya tidak seperti itu mestinya. Nah, tapi ada hikmah dari sini.

Kenapa sih mereka jadi “mengerikan” gitu ?

Saya selidiki ternyata jawabannya adalah “mereka seperti itu karena promosi mereka tidak direspon”

Ya, padahal saat jualan, dan promosi kita direspon, kita gak akan timpali lagi dengan broadcast, juga gak sempat posting status yang isinya sama. Betul tidak ?

Bagaimana Caranya Agar Promosi Penjualan kita direspon Calon Pembeli ?

Lantas agar promosi direspon, gimana caranya Mas Chan?

Oke, pahami dulu 4 Cara agar calon pembeli merespon Promosi kita.

1. Kuasai Media tempat Anda Jualan.

Langkah pertama agar promosi kita direspon pembeli adalah kita harus memahami perilaku calon pembeli kita, atau biasa disebut User Behaviour di media tempat kita melakukan promosi penjualan seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, Tiktok dan lain lain. Mengutip sumber tulisan dari situs Amplitude, User Behaviour adalah serangkaian tindakan dan pola yang ditunjukkan pengguna saat berinteraksi dengan produk Anda. Melacak dan menganalisis perilaku pengguna akan membantu Anda mengevaluasi apa yang dihargai pengguna dan memungkinkan Anda untuk meningkatkan pengalaman mereka.

Salah satu hal yang bisa kita perhatikan adalah jam-jam khusus dimana mereka biasa online, jam ini disebut “Prime Time”. Setiap orang mempunyai Prime Time yang berbeda-beda, tapi secara garis besar biasanya orang punya waktu tersebut di pagi dan malam.

Jadi kalau mau promosi, promosilah di jam prime time, jangan promosi siang sore ya.

Selain itu, kita perlu mengetahui User Language ( Bahasa Pengguna ). Saat promosi via Broadcast WhatsaApp misalnya, tulislah bentuk penawaran seolah-olah Anda berbicara ke 1 orang. Sedangkan saat promosi lewat postingan sosmed, tulislah penawaran seakan-akan Anda sedang ngomong di dalam rapat. Dapat diterima semua orang, tapi fokus.

Bahasa promosi dan fitur fitur yang ada di setiap media itu berbeda. Jadi sebaiknya, kita perlu pelajari fitur dan bahasa yang akan kita gunakan ketika ingin promosi.

2. Perhatikan Hubungan kita dengan Calon Pembeli

Apakah mereka kenal Anda? Apakah Anda kenal mereka? Apakah Anda sering interaksi?

Banyak penjual menomor sekiankan ini. Ayolah kita kan bukan artis, gak boleh cuek-cuek. Hehe.

Interaksilah dengan calon pembeli, empati dengan mereka, berikan mereka manfaat. Kalau kita hanya promosi dan terus promosi, itu akan membuat mereka kebal dengan penawaran kita. Karena Interaksi adalah gerbang menuju transaksi. Keseringan promosi, makin jauh dari transaksi.

3. Pilih Cara Promosi yang Sesuai dengan Bisnis Kita

Apakah kita promosinya dengan teknik yang tepat? Apakah kalimat penawaran kita sudah bikin orang “nafsu” untuk beli? Apakah kita sudah memasukan pemicu agar orang tertarik dengan penawaran kita? Atau bahasa iklan kita (copywriting) sudah powerfull?

Bahas ini gak akan selesai-selesai, karena memang Cara Promosi Bisnis itu banyak. Kita perlu belajar dan belajar. Oleh karena itulah, saya rekomendasikan Anda untuk mengikuti Grup WhatsApp tentang Belajar Ilmu Jualan Online Tiap Minggu.

4. Sertakan Urgensi dalam Promosi

Kenapa harus beli cepat? Apakah karena barangnya terbatas, ataukah karena waktu promonya terbatas? Apakah ada akibatnya kalau gak beli sekarang? Atau apa?

Intinya, selama calon pembeli tidak merasa “terdesak” untuk membeli maka mereka akan terus menunda. Begitu ya.

Kesimpulan Akhir

Jadi, agar promosi kita direspon kita perlu:

  1. Kuasai Media Promosi
  2. Membangun Hubungan Dengan Calon Pembeli
  3. Cara Promosi Haruslah Tepat
  4. Gunakan Faktor Urgensinya

Silahkan disimpan dan pelajari berulang-ulang ya. Semoga bermanfaat untuk Bisnis Anda. Barakallahu Fiikum