Saat ini, banyak sekali fenomena penyimpangan yang terjadi di masyarakat dalam hal peribadatan kepada Allah. Baik itu dalam bentuk perbuatan syirik, bid’ah, dosa dosa besar dan berbagai praktek kemaksiatan lain nya.
Hal ini bisa terjadi karena banyak dari sebagian kaum muslimin menjalankan agama tidak sesuai dengan pemahaman yang benar. Sehingga aneka pelanggaran yang dilakukan kaum muslimin menjadi semakin marak dan jadi kebiasaan yang sulit diubah.
Oleh karena itu, dalam kesempatan kali ini, kami menulis sebuah artikel edukasi islam mengenai metode beragama islam yang sesuai dengan pemahaman salafush shalih, yaitu Manhaj Salaf.
Apa itu Manhaj Salaf ?
Pada bagian ini, kami ingin menjelaskan definisi Manhaj Salaf dari sisi bahasa dan istilah. Agar kedepan nya ketika kita ditanya tentang apa itu manhaj salaf, kita bisa menjelaskan nya dengan benar.
Kita mulai dari kata Manhaj terlebih dahulu
Makna Manhaj
Secara Bahasa, Manhaj itu adalah ath-thariqul wadhih ( jalan yang jelas ). Bahasa lain nya adalah metode atau sarana untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Oleh karena itu ada istilah al-manhaj ad-dirasiy (metode belajar), al-manhaj al-bahts (metode penelitian).
Adapun secara istilah, dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul hafizhahullah:
الطريقة التي يحصل بها تحقيق المتابعة لما كان عليه الرسول صلى الله عليه و سلم و أصحابه
“Manhaj adalah jalan yang menjadi sarana untuk mewujudkan peneladanan terhadap cara beragama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya.” (Al-Manhajus Salafi Ta’rifuhu wa Simatuhu wa Da’watuhu al-Ishlahiyyah, hal. 6)
Kesimpulan nya, Manhaj adalah metode atau cara beragama, baik dalam masalah akidah, ibadah, akhlak maupun bermuamalah.
Makna Salaf
Secara bahasa, Salaf itu artinya orang yang terdahulu, baik dari sisi ilmu, keimanan, keutamaan atau jasa kebaikan.
Ibnu Manzhur, seorang pakar bahasa arab yang lahir di Afrika Utara sekaligus penyusun kamus bahasa Arab bernama Lisan al-Arab mengatakan:
“Kata salaf juga berarti orang yang mendahului kamu, yaitu nenek moyangmu, sanak kerabatmu yang berada di atasmu dari sisi umur dan keutamaan. Oleh karenanya maka generasi awal yang mengikuti para sahabat disebut dengan salafush shalih (pendahulu yang baik).” (Lisanul ‘Arab, 9/159, dinukil dari Limadza, hal. 30).
Ada sebuah hadits dari riwayat muslim yang menceritakan bahwa suatu ketika beliau bersabda kepada puteri nya, Fathimah Radhiyallahu Anha:
“Sesungguhnya sebaik-baik salafmu adalah aku.” (HR. Muslim). Artinya sebaik-baik pendahulu. (lihat Limadza, hal. 30, baca juga Syarah ‘Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahullah, hal. 7)
Oleh sebab itu, berdasarkan pengertian makna bahasa ini. Kita bisa mengatakan bahwa semua orang terdahulu adalah salaf. Baik yang jahat seperti Fir’aun, Qarun, Abu Jahal maupun yang baik seperti Nabi-Nabi, para syuhada dan orang-orang shalih dari kalangan sahabat, dll.
Akan tetapi, yang dijadikan sebagai pengertian syar’i dalam penjelasan agama islam itu bukan diambil dari makna bahasa, melainkan harus diambil dari makna istilah. Sehingga tidak muncul sebuah komentar miring “Lho, berarti JT itu juga salafi dong, mereka juga punya pendahulu“.
Bukan itu yang benar.
Jika muncul sebuah pertanyaan “Kalo emang makna istilah yang dipake, tapi kenapa makna bahasa juga harus dijelasin. Kan ga perlu ? “
Anda bisa baca penjelasan lengkap nya di artikel “Mari Mengenal Manhaj Salaf” dari situs muslim.or.id
Pengertian Manhaj Salaf
Setelah kita memahami makna Manhaj dan Salaf, maka dapat disimpulkan bahwa Manhaj Salaf merupakan cara beragama atau kaidah beragama yang sesuai dengan pemahaman salafush shalih, alias 3 generasi terbaik umat islam. Yaitu Zaman Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, kemudian para Tabi’in dan para Tabiut Tabi’in.
Itu berarti, mengikuti Manhaj Salaf = mengikuti jalan nya Nabi Muhammad dan para sahabat nya + Tabi’in dan Tabiut Tabi’in.
Menanggapi komentar Orang yang tidak Memahami Manhaj Salaf
Kemudian muncul pertanyaan “berarti kalo ga mengikuti manhaj salaf, berarti dia sesat dong ?, Merasa diri paling benar gitu ya ?”
Maka kita jawab dengan 2 Jawaban:
- Manhaj Salaf adalah Jalan Kebenaran
- Tidak memandang pengikut Manhaj Salaf pasti sempurna dan selalu benar dalam menjalani agama
1. Manhaj Salaf adalah Jalan Kebenaran
Allah berfirman, “Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas petunjuk baginya. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu’min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali” (QS. An Nisaa’: 115)
Ketika ayat ini turun, orang orang mukmin yang dimaksud adalah para sahabat nabi. Bahkan Allah telah meridhoi mereka dan orang orang sesudahnya yang mengikuti mereka serta menjanjikan untuk mereka balasan yang besar.
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Allah dalam Al Qur’an surat At Taubah ayat 100:
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah, Allah telah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar” (QS. At Taubah: 100)
Demikianlah, Salafiyyah adalah Islam itu sendiri yang murni dari pengaruh-pengaruh peradaban lama dan warisan berbagai kelompok sesat. Islam yang sesuai dengan pemahaman salaf telah banyak dipuji oleh nash-nash al-Qur’an dan as-Sunnah.
2. Tidak Memandang Pengikut Manhaj Salaf pasti sempurna dan Selalu Benar dalam Menjalani Agama
Setiap manusia pasti pernah melakukan kesalahan, baik dia itu seorang pengikut Manhaj Salaf ataupun yang bukan bermanhaj salaf. Tidak ada satupun manusia yang tidak pernah membuat kesalahan semasa hidup nya.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ
“Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertobat.” (HR. Tirmidzi no. 2499, Shahih al-Targhib no. 3139)
Justru, dalam Agama Islam diajarkan bahwa ketika kita berbuat dosa / maksiat, kita diwajibkan untuk senantiasa memohon ampun kepada Allah dan terus memperbaiki diri. Dan tidak ada satupun kajian bermanhaj salaf yang mengajarkan kepada jamaah nya seperti ini:
“Kalo nanti ketemu malaikat munkar dan nakir, tinggal sebut saya ini murid kiyai fulan, nanti Malaikat bakal segan ngga nanya nanya ke kamu”
Dalam kajian manhaj salaf, kita selalu diajarkan untuk senantiasa berdoa dan mendoakan orang lain agar kita diberi kekuatan taufik dari Allah agar bisa istiqomah menjalankan agama islam sesuai dengan pemahaman yang benar.
Manhaj Salaf itu hanyalah metode beragama yang sesuai dengan ajaran Nabi dan Sahabat nya. Jadi tidak ada jaminan bahwa yang mengikuti Manhaj Salaf sudah pasti masuk surga.
Yang Ada, kita diminta untuk berharap supaya bisa masuk surga dengan cara berdoa, beribadah sesuai tuntunan, juga memiliki rasa takut bila digoda untuk berbuat maksiat, dan senantiasa berusaha menebar manfaat untuk banyak orang semasa hidup nya.
Manfaat dan Keutamaan Mengikuti Manhaj Salaf
Manhaj Salaf adalah satu satunya manhaj yang diakui kebenaran nya oleh Allah ta ‘alaa dan Rasul Nya shalallahu alaihi wasallam. Karena dalam manhaj salaf ini mengajarkan pemahaman dan pengamalan islam secara lengkap dan menyeluruh, dengan tetap menitikberatkan pada masalah tauhid dan pokok pokok keimanan sesuai dengan perintah Allah ta’alaa dan Rasul Nya shalallahu alaihi wasallam. Allah berfirman:
{وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ}
“Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari (kalangan) orang-orang muhajirin dan anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada-Nya, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (Qs. At Taubah: 100)
Berikut kami akan tuliskan beberapa manfaat beragama dengan mengikuti Manhaj Salaf:
- Keteguhan iman dan keistiqamahan dalam agama di dunia dan akhirat
- Meraih Kenikmatan tertinggi di Surga, yaitu Melihat Wajah Allah ta’ala yang Maha Mulia dan Maha Tinggi
- Menggapai taufik dari Allah ta’ala yang merupakan kunci pokok segala kebaikan
- Mendapatkan semua kemuliaan yang Allah Ta’ala sediakan di akhirat
Sumber tulisan kami mengenai manfaat mengikuti Manhaj Salaf bisa Anda baca selengkap nya di artikel Manfaat Mengikuti Manhaj Salaf.
Kesimpulan
Kami berharap, dengan kami ikut menuliskan artikel tentang Manhaj Salaf yang kami kutip dari beberapa Situs Islam bermanhaj Salaf seperti muslim.or.id, konsultasisyariah.com dan lain nya, bisa menjadi awal Anda lebih mengenal apa itu Manhaj Salaf dan bisa mengikuti jalan yang benar dalam beragama.
Anda bisa merujuk pada 2 situs tadi sebagai rujukan lengkap untuk lebih memahami islam yang sesuai dengan pemahaman yang benar. Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk istiqomah di atas sunnah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam hingga akhir hayat. Aamiin
Barakallahu Fiikum

